Kamis, Juli 19, 2018

Pernyataan Politik Perdana Dr. Harris Turino

Bulan ini usiaku genap 50 tahun, usia yang sudah cukup matang ditinjau dari ranah perjalanan karier, akademik dan kedewasaan. Perjalanan hidup yang cukup panjang sudah kulalui bersama keluargaku tercinta, rekan-rekan bisnis dan kolega-kolega akademis serta sahabat-sahabat tercinta.
Setelah melalui pergumulan yang panjang, kontemplasi diri dan berdialog dengan Tuhan melalui doa-doa yang kupanjatkan, aku memutuskan untuk meniti karier baru di dunia politik sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX melalui PDI Perjuangan. Terima kasih kepada Ibu Ketua Umum dan Sekjend yang sudah memberikan kesempatan kepadaku untuk bergabung dalam rampak barisan PDI Perjuangan.
Dunia politik adalah dunia yang sama sekali baru bagiku. Sebuah dunia yang bagi sebagian besar orang menilai bahwa ini adalah soal perebutan kekuasaan dan harta semata. Dunia yang konon katanya kotor dipenuhi oleh intrik sekaligus komedi dan drama. Dunia yang kadang menghalalkan segala cara demi merebut sebuah kemenangan. Sekaligus dunia yang memberikan kesempatan untuk memberikan kontribusi lebih bagi negeri.
Maka wajar jika banyak rekan, sahabat dan bahkan awalnya keluargaku sendiri bertanya, “Apa yang sebenarnya kau cari dalam politik?”. Semua ini berawal dari sebuah keprihatinan yang sangat mendalam, melihat negeri yang begitu indah dan damai ini sekarang sedang digoncang prahara. Kerukunan antar warga negara dan antar umat beragama yang menjadi simbol tingginya akhlak bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang luar biasa.
Begitu gampangnya orang meneriakkan ujar-ujar kebencian yang mengancam persatuan negeri. Begitu maraknya “amok” terjadi di negeri yang dulunya terkenal berbudi luhur. Kalau ini semua dibiarkan, Indonesia bisa hancur berkeping. Sudah begitu banyak contoh gamblang yang terjadi di banyak belahan dunia. Pendiri negeri akan menangis dalam kuburnya, dan kita ikutan berdosa kalau kita ikut larut dalam ketidakperdulian, karena negeri ini sejatinya adalah milik anak cucu kita.
Sebagai orang yang dilahirkan di negeri ini, makan, minum, menempuh pendidikan, meniti karier dan mengais rejeki dari tanah Indonesia dan nantinya akan mati berkalang tanah di bumi pertiwi, apakah yang bisa aku lakukan bagi negeri yang aku cintai ini? Kelihatannya sangat utopia, tetapi sejujurnya itulah dasar utama kenapa aku memilih untuk mencoba masuk dalam dunia politik. Bukan demi kekuasaan, bukan demi harta, tapi sebagai balas budi yang bisa kuberikan bagi negeri yang aku cintai.
Lewat dunia baru ini, aku ingin memberikan kontribusi untuk menjaga keutuhan negeri. Akan kudedikasikan karierku demi mengadministrasi keadilan sosial dalam dunia pendidikan. Inilah satu-satunya jalan agar masyarakat yang selama ini kurang beruntung dan terpinggirkan, bisa keluar dari lingkaran setan kemiskinan. The way is education. Pendidikan bukan hanya mencerdaskan manusia, tetapi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Lewat kesempatan memperoleh akses pendidikan pulalah, rasionalitas bangsa akan terbangun, sehingga tidak mudah termakan oleh ujar-ujar kebencian dan berita-berita hoax. Lewat pendidikan pulalah Trisakti Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam berkebudayaan akan tercapai. Pada gilirannya cita-cita negeri yang dijabarkan secara gamblang oleh para pendiri bangsa bisa terwujud, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa memasuki pintu gerbang dunia politik bukanlah hal yang mudah dan murah. Apalagi buat orang baru seperti diriku. Aku mohon doa restu dan dukungan para senior partai, rekan-rekan, para sahabat serta kolega agar aku mampu melewati proses seleksi yang panjang dan melelahkan.
Buat rekan-rekan yang punya jejaring di daerah pemilihan saya Kabupaten dan Kodya Tegal serta Kabupaten Brebes, dan memiliki nilai dan semangat yang sama, yaitu mempertahankan keutuhan NKRI yang berbhinneka dalam kerangka Pancasila dan berdasarkan UUD 1945, sudilah kiranya berkenan menggunakan jejaring itu untuk mendukung perjuangan yang sedang aku jalani.
Mari kita berjuang bersama. Sudah saatnya kita sebagai insan Republik tidak diam dan mendiamkan. Sudah saatnya kita menunjukkan keberpihakan kita pada kebenaran. Satyam Eva Jayate, kebenaran sejati yang akan menang. Semoga Tuhan meridhoi perjuangan ini.